Rabu, 18 November 2015

Bercocok Tanam dengan Teknik Keyhole


            Keyhole merupakan salah satu teknik pertanian yang sangat direkomendasikan bagi masyarakat perkotaan dikarenakan permasalahan diperkotaan yaitu masalah limbah rumah tangga dan masalah lahan yang sempit. KeyHole Garden, pertama kali populer di daerah Africa, dan sekarang sudah banyak di temui di tempat lain dengan berbagai versi yang telah disempurnakan.

Prinsip Dasar dari KeyHole Garden
•  Ide awal KeyHole Garden adalah memanfaatkan limbah dapur, sebagai pupuk gratis untuk tanaman kita.
•  Diawali dengan membuat dinding berbentuk lingkaran, tapi diberi celah di satu sisi. Dan ditengahnya di beri lubang untuk memasukkan sampah dapur yang akan di daur ulang.
•  Dinding tersebut digunakan untuk menahan media tanam, yang nantinya akan kita tanami.
• Lubang tempat sampah dapur disirami secara berkala, maka akan terjadi pembusukan, dan hasil pengkomposan akan mengalir bersama air dan di serap oleh media tanam disekitarnya.

Skema KeyHole Garden






Untuk urusan kesuburan tanah, yang paling sering dilakukan adalah membuat lapisan-lapisan yang terdiri dari ranting-ranting, daun-daun segar (lapisan hijau), daun-daun kering/jerami/kertas (lapisan coklat), kotoran binatang pemakan rumput (lapisan manure, bisa langsung ditebar atau dicampur dulu dengan air), tanah, kemudian diulang mulai dari lapisan hijau sampai ketinggian dirasa cukup. Dapat pula menambahkan beberapa potong kayu besar di bagian paling bawah, terutama di lahan berpasir. Kayu yang membusuk menyerap air dengan baik, sehingga kekeringan dapat diminimalisir. Satu hal lain yang perlu dilakukan adalah memastikan tidak ada sampah plastik, kaca, styrofoam, maupun besi yang tercampur pada lapisan-lapisan tadi.
Ketika ketinggian lapisan-lapisan dirasa cukup, maka kita sudah punya yang namanya bedeng, alias planting beds atau tempat menanam. Biasanya bedeng-bedeng dibiarkan dulu selama minimal dua minggu sampai semua lapisan membusuk, sehingga kelak tersedia banyak nutrisi bagi perkembangan tanaman. Namun beberapa bedeng dapat langsung ditanami benih atau bibit kacang-kacangan maupun polong-polongan, karena selain mudah tumbuh, kacang-kacangan dan polong-polongan memiliki jenis akar yang dapat mengikat nitrogen, sehingga nantinya tanah cocok bagi pertumbuhan beberapa jenis sayur, rempah, maupun buah. Bedeng juga bisa dibatasi sisi-sisinya dengan batu-batu, botol, kayu, bambu, dll. Selain hasilnya lebih cantik, kita juga tahu batas bedeng ketika lapisan tanah sudah sangat turun, sehingga akan lebih mudah untuk menambahkan lapisan tanah dan kompos.

Bentuk bedeng tidak harus kaku. Di sinilah desainer kebun mengerahkan kreativitasnya. Bedeng bisa didesain berbentuk lingkaran, spiral, mandala, segitiga… apapun! Yang jelas, satu hal harus diperhatikan: akses. Orang yang akan menanam, merawat, dan memanen perlu jalan untuk mencapai seluruh sisi dan sudut bedeng. Tiap bedeng juga sebaiknya tidak terlalu lebar. Ada satu aturan penting yang dipegang kuat oleh para anggota Permablitz Jogja: Ketika lapisan-lapisan bedeng sudah tersusun, tidak ada yang boleh menginjaknya… selamanya! Menginjak bedeng berarti mengganggu atau bahkan mematikan berbagai mikro-organisme (bakteri, cacing, serangga, dll.) yang mengurai lapisan-lapisan organik menjadi nutrisi. Maka hormati dan jagalah keberadaan mereka.
Bagaimana jika lahan tidak mendapat paparan sinar matahari yang mencukupi? Nggak bisa tanam sayur dan buah-buahan dong? Tidak perlu sedih, dan tentunya tidak perlu memaksakan diri. PIlihlah jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti rempah-rempah berumbi semacam kunyit, jahe, temulawak, dsb., atau tanaman-tanaman yang dapat menyerap polusi, semisal lili paris, pakis-pakisan, lidah buaya, lidah mertua, dll. Jika tetap nekat menanam sayur-sayur dan buah-buahan, tak apa. Bereksperimen positif di kebun sendiri sangat disarankan.


Apa lagi yang perlu dibuat?


membuat kebun lubang kunci (keyhole garden)
Apa lagi yang perlu dibuat?
Selama waktu mencukupi, banyak ragam bedeng maupun elemen-elemen kreatif kebun yang dapat dikerjakan. Selebaran ini tidak cukup untuk menjelaskan semuanya, jadi cobalah mencari informasi tambahan mengenai: kebun spiral (spiral garden), kebun lubang kunci (keyhole garden), menara cacing (worm tower), kebun cacing (worm farm), tempat kompos (compost pile), lingkaran pisang (banana circle), tempat pembibitan (seedling area), serta tumpang sari (companion planting). Semuanya sudah pernah dibuat oleh para anggota Permablitz Jogja, baik bersama-sama maupun secara individual. Coba gabungkan ke dalam desain selama memungkinkan. Yang jelas, kontur tanah, fitur-fitur yang sudah ada (misalnya bangunan, kolam, pohon), kebiasaan-kebiasaan maupun kebutuhan-kebutuhan tuan rumah menjadi beberapa faktor penting yang menentukan desain kebun permakultur.



0 komentar:

Posting Komentar